Traveling ragunan
Jika ingin melihat orangutan, otomatis orang ingat Ragunan. Sudah lama kawasan ini menjadi kebun binatang favorit warga Jakarta. Nah, jarang orang tahu bahwa nama Ragunan sesungguhnya diambil dari nama tuan tanah zaman dulu, Hendrik Lucaasz Cardeel, yang bergelar Pangeran Wiraguna. Cardeel memperoleh gelar tersebut dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qzhar alias Sultan Haji, anak dari Sultan Ageng Tirtayasa.
Gelar begitu tinggi diberikan kepada seorang Belanda, tentu Anda bertanya-tanya kenapa. Sejarahnya panjang, berawal dari tahun 1675 saat terbetik kabar bahwa tahta Sultan Ageng Tirtayasa di Keraton Surasowan terbakar. Dua bulan sesudahnya datanglah Cardeel, juru bangunan yang mengaku lari dari Batavia karena ingin memeluk Islam. Cardeel pun memutuskan untuk berbakti kepada Sultan Baten.
Ini suatu kebetulan, sebab sultan sedang butuh ahli bangunan untuk mendirikan kembali istana, bendungan, dan sebuah peristirahatan di hulu Ci Banten. Sibuk membangun, Sultan Ageng Tirtayasa tidak terpikir untuk menggerakan militer ke Batavia. Padahal selama tahun 1677 sampai pengujung 1681, kekuatan kompeni sedang dikerahkan ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.77 sampai akhir 1681.
Pada saat itu juga, anak sultan yang bergelar Sultan Haji mendesak supaya iya dinobatkan menggantikan ayahnya. Perebutan tahta memicu Sultan Haji mengutus Cardeel untuk ke Batavia dan meminta bantuan dari kompeni. Dengan bantuan kompeni, Sultan Haji naik tahta. Ia memenuhi segala tuntutan dari penolongnya, yakni Cardeel. Permintaan Cardeel yaitu meningkatkan gelarnya dari Kiai Aria Wiraguna menjadi Pangeran Wiraguna. Nah, seru kan cerita di balik nama Ragunan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar